Daun, Angin, dan Perpisahan

“Ada kala setangkai daun mengungkap rasa terimakasihnya

Kepada angin yang menjatuhkanya

Bukan dengan bicara, tapi dengan tumbuh menjadi tunas baru

tidak tanpa alasan

Sekedar membiarkan angin tau bahwa “aku ini karyamu”

Dengan cara itu, setangkai daun membuat angin tak pernah menyesal pernah menggugurkanya”

 

Kita pernah saling bicara, soal cinta

Soal kata kiasan, soal malam dan kedamaian

Soal senja yang ceria

Tapi hari itu sudah berlalu meski rasaku tak pernah ingin cepat berlalu

 

Hari ini, saat aku menulis kalimat kalimat ini

Waktu terasa sangat berat

Kesendirianku sangat menyayat!

Aku sendirian hampir tanpa harapan

 

Berada diantara jejalan nafas yang sesak

Aku setangkai daun tergugur angin!

Iklan

~ oleh teaterpulih pada Februari 16, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: