Sajak Jingga

Mengenalmu dalam balutan warna

Kuning bulan Hitam malam

Kala senja menyampai pesan cerita kita

 

Layaknya malam bulan purnama

Bocah-bocah desa tertawa

Mengejek malam yang tak selalu gelap

Mengejek bulan yang redup malu-malu

Saling bersandar tanpa suara

Lelap tenang menanti siang

 

Mengenalmu dalam balutan aksara

Yang kuintip dari balik tirai mata

Kala sajak tak mampu bercerita getar rasa

 

Layaknya kehabisan tinta

Pena-pena tertawa

Mengejek pujangga yang kehabisan kata

Mengejek sastra yang tak mampu mengurai makna

Saling meraba dalam gelap

Penuh Tanya di kepala

 

Mengenalmu dalam balutan peristiwa

Jejak kita yang terekam basah jalan

Kala langit menetes hujan

 

Layaknya banjir di selokan

Para kecebong tertawa

Mengejek sampah yang terbawa arus

Mengejek arus yang membawa sampah

Saling berkisah hingga ke hulu

 

Kau bulan purnama

Kau sastra

Kau arus

 

Janji setia hingga seni tak lagi tertawa

Purwokerto,  11-11-11

 

 

Iklan

~ oleh teaterpulih pada November 12, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: