Hujan Air Mata Jogja

Seribu saudara berjalan didepan
Muka memelas putus asa
Bungkuk memanggul roda takdir di pundak
lalui jalan panjang tandus dan gersang
Tiap langkah kami iringi zikir dan doa
Minta pengampunan dosa
Berharap kau mengiba
Berharap kau tak memalingkan muka
Debu-debu berterbangan
Hantarkan panas membakar
Wedus gembel mengejar
Jerit Bayi-bayi kecil menangis
Meruntuhkan langit
Menggetarkan bumi
Tidak puas lolongmu merajam
Menikam-nikam luka
Karna imanlah tuhan
Karna iman yang masih diajarkan
Kakek, nenek, bapak, ibu kami
Ditengah hujan air mata yang kau buat
Masih kami agungkan namamu
Jangan katakan ini sekedar ujian
Ataupun hukuman
Mengapa tidak kau uji saja pada mereka
Orang-orang kota yang gila harta
Sampai lupa kewajibanmu yang lima
Mengapa tidak kau hukum pada mereka
Gang-gang kota penjual wanita
Yang jadikan kitabmu alas senggama
Lalu aku bertanya
Dimana adanya keadilan
Yang kau serukan
Yang kau firmankan
Tuhan
Purwokerto, 29 september 2011

Iklan

~ oleh teaterpulih pada Oktober 26, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: