Entah Riani Jadi Apa

Riani seorang gadis cantik, pintar,dan berbakat dalam banyak bidang. ia baru saja lulus sma dengan nilai yang sangat memuaskan. Untuk kelanjutan pendidikan anaknya ayah riani menginginkan agar riani mengambil jurusan ekonomi, agar nantinya riani menjadi wanita karir yang sukses. Namun usul itu ditolak oleh ibunya. Ibu Riani berharap agar anaknya menjadi apoteker, karena dengan menjadi apoteker Riani dapat membuat apotek sendiri di rumahnya sehingga ia tidak perlu terlalu sering keluar rumah. Tidak ketinggalan guru riani yang tahu bakat kepemimpinan riani dalam osis menyarankan agar riani menjadi politikus saja. Kerumitan kondisi ini semakin diperparah ketika keluarga menemukan surat wasiat kakek riani yang menyebutkan bahwa harta warisan yang dalam rencana digunakan sebagai biaya kelanjutan pendidikan riani ternyata hanya dapat digunakan untuk keperluan pernikahan riani dan bilamana ada sisa digunakan sebagai modal usaha ataupun pendidikan suami riani. Kakek riani berpendapat seorang wanita sudah seyogyanya sebagai ibu rumah tangga. Empat tali telah mengikat riani dengan kuat bahkan riani sendiri tak dapat lagi mengungkapkan cita-citanya yang sebenarnya sebagai aktris sinetron.

Sebuah drama yang menyuguhkan permasalahan sederhana yang mungkin selalu ada di setiap keluarga.

 

Setting                  : Ruang tamu dari rumah sederhana

Fade in                 : sepasang suami-istri sedang terlibat obrolan serius, keduanya berdebat

Bapak                    : bu riani anak kita itu anak hebat, masa kau tega membiarkan dia diam d rumah?

Ibu                         : ini bukan masalah riani hebat atau tidak pak tapi pantas atau tidak !!!

Riani                      : ( masuk dengan langkah panjang, mukanya begitu riang, ditangannya ia memegang  sebuah benda  seperti ssertifikat ). Ma, pa tahu tidak apa yang baru dapat?

 

Iklan

~ oleh teaterpulih pada Oktober 8, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: