Daun, Angin, dan Perpisahan

•Februari 16, 2014 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Ada kala setangkai daun mengungkap rasa terimakasihnya

Kepada angin yang menjatuhkanya

Bukan dengan bicara, tapi dengan tumbuh menjadi tunas baru

tidak tanpa alasan

Sekedar membiarkan angin tau bahwa “aku ini karyamu”

Dengan cara itu, setangkai daun membuat angin tak pernah menyesal pernah menggugurkanya”

 

Kita pernah saling bicara, soal cinta

Soal kata kiasan, soal malam dan kedamaian

Soal senja yang ceria

Tapi hari itu sudah berlalu meski rasaku tak pernah ingin cepat berlalu

 

Hari ini, saat aku menulis kalimat kalimat ini

Waktu terasa sangat berat

Kesendirianku sangat menyayat!

Aku sendirian hampir tanpa harapan

 

Berada diantara jejalan nafas yang sesak

Aku setangkai daun tergugur angin!

Iklan

Sapaan dari PULIH

•Maret 29, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Salam budaya, salam seni untuk keberpihakan !

Sobat PULIH, pasti tak asing lagi dengan nama PULIH. Ya bagaimana tidak, untuk kalangan mahasiswa kesehatan, kata “PULIH”  sangat identik dengan sasaran terapi anda kan? Kata PULIH  berarti kembali Semula, Kembali baik, kembali sehat, menjadi sehat, atau Sembuh. namun PULIH yang satu ini adalah nama dari sebuah Teater kampus di Jurusan Farmasi UNSOED purwokerto. Teater Pulih berdiri pada tanggal 27 Maret 2011.

Bagaimana sejarah terbentuknya?

sebenarnya ide gagasan untuk membentuk sebuah perkumpulan teater di jurusan farmasi sudah ada pada pertengahan 2010, beberapa mahasiswa angkatan 2008 berkumpul dan secara bersama sama pula mereka sepakat untuk membentuk perkumpulan teater di lingkungan kampus farmasi. Tiap berapa minggu sekali mereka latihan bersama di depan gedung A (Depan kampus farmasi lama, sekarang kampus Keperawatan UNSOED). seiring dengan konsistensi perjalanan perkumpulan ini, maka BEM yang saat itu dipimpin oleh Ahmad Fiki Firdaus membentuk sebuah komunitas seni. Komunitas seni itu terdiri dari beberapa bidang seni, Komunitas Fotografi, Komunitas seni peran, dan Komunitas seni lainya. dari sinilah awal sejarah terbentuk teater pulih.

Dari Mana Nama “Pulih”?

Anda pasti penasaran, kenapa kok namanya “Pulih”. ya, nama ini pun ada sejarahnya. pada awal terbentuknya Komunitas Seni Peran, para “member”  masih belum memiliki banyak pengalaman Keteateran. Jadi pada awal terbentuknya Komunitas Seni Peran, para “member” tersebut sering “Soan” keberbagai Teater Kampus yang ada di UNSOED. pada masanya, “Dedengkot” Teater Asal (Pertanian UNSOED) yang juga memiliki andil besar pada awal pembentukan Komuntias Seni peran ini menganugerahkan sebuah nama untuk Komunitas Ini, yaitu “Teater Pulih”. Pemberian nama oleh “Om Justo Asal Tangguh” ini terjadi di pendopo Fakultas Pertanian UNSOED dan pada waktu yang sama,  terpilihlah  ketua pertama Teater Pulih yaitu Nauli M (Mahasiswi Farmasi Angkatan 2008). dengan ini pula Resmi Terbentuk “Teater Pulih”

Bagaiaman Awal karir Teater Pulih?

Pada masa dini Teater Pulih terbentuk, juga tak lepas dari jasa Teater SiAnak. Teater SiAnak adalah UKM teater yang berlokasi di FISIP UNSOED. Teater SiAnak selalu berkunjung dikala Teater Pulih latihan sore di depan Gedung C (Sekarang Gedung Jurusan Ilmu Gizi), kepentingan kunjungan Teater SiAnak tak lain tak bukan adalah memberi dorongan Moral, Motivasi, dan  juga ilmu keteateran. beberapa anak Teater SiAnak diantaranya Mas Tino, Mas Asta, Mas Iskandar, dan Oki paling sering datang di sesi latihan Teater Pulih. Mereka juga membangkitkan rasa Kekeluargaan di setiap anggota Teater Pulih.

Lalu Apa saja yang sudah Dilakukan Teater Pulih?

Baru dua tahun Teater Pulih Terbentuk, Teater Pulih telah membuat banyak karya. diantaranya yaitu : Teatrikal Setiap awal tahun akademik UNSOED, Pementasan “INVIDIA”, Pementasan “POHON TANPA AKAR” bersama projek X, drama Musikal Akhir tahun 2012, Teatrikal SAVESOEDIRMAN, dan masih banyak lagi.

Bagaimana Keadaan Teater Pulih Sekarang?

Teater Pulih sekarang adalah sebuah unit kegiatan seni dibawah UKM GARASI (GRAHA SENI FARMASI), hubungan eksternal sampai sekarang berjalan baik dengan beberapa Teater Kampus dipurwokerto tak hanya dilingkungan UNSOED, tetapi juga di kampus Selain UNSOED yang ada dipurwokerto seperti STAIN Purwokerto (Teater Didik), UM Purwokerto, BSI Purwokerto dll.

2010 Dalam Doa

•Maret 29, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

2010 Dalam Doa Zaqy Saputra

 

Beramai-ramai

Bergumam

Berdiam

Bicara pelan

Senyuman, wajah kecemburuan, wajah-wajah kepenatan

Kuperhatikan!  semua terlihat jelas

 

Dalam satu kelas, dalam tetapan waktu yang tak akan pernah berubah

Aku menikmati kesendirian dan memahami

“Kosong itu isi, isi itu kosong”

Untukmu Kekasih abadiku

Dimana Kamu selalu ada untuku

Dimana Kamu selalu ada dalam doaku

Dimana kamu tempat matiku

UntukMu…! Sampai aku menikahimu

Aku akan hidup, dan menikmati rasa masanya

Dan berdoa “Semoga Teman-Teman sekelasku selamat sampai keKELASmu Kekasih Abadiku”

Akhir desember

•September 17, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sekarang aku punya masalah untuk melihat

Siapa yang ada disampingku

Semua dimataku semua kabur

 

Sampai kapan aku menunggu dirimu?

Sebenarnya aku tidak bisa sendiri

Meskipun satu detik kedepan

Tapi beberapa langkah sebelumnya aku berjalan dengan setengah bagianku

 

Katakan “aku rindu kamu”, meski kamu tak dapat belajar apa apa

Karena telingaku masih awas

Jangan biarkan aku sendiri yang kesulitan karenamu

 

Aku tidak akan bahagia tanpa kamu

Bagaimana bisa? Separuh hatiku kamu yang bawa

Aku butuh separuh hati lagi untuk aku tersenyum

Maka peluk aku sayang

Kulitku masih bisa menerimamu

 

Aku masih ingat

Hari kesebelas dibulan November

Cerita panjang kemarin tak jadi indah lagi

Sampai senja diakhir desember,

 

lalu bulan apakah setelah desember

adalah kehidupan indah tanpa ingatan

Padi tak menjadi

•Mei 14, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Menjadi sinis aku

Menjadi setan aku

Siapa peduli menjadi bodoh

Toh mereka lebih dulu bodoh

 

Sejak kapan padi kuning tak berisi?

Sedang makin besar batangnya

Sedang makin tinggi batangnya

 

Ego meracun hatiku

Biarkan mereka rusak

Biarkan mereka hangus

 

Bukankah merang harus dibakar untuk menjadi pupuk?

Atau timbun saja dia hingga membusuk

Biarkan yang mengendap

karena memberontak bukan lagi pilihan

 

kasihan pak tani

padi tak menghasilkan beras lagi

Aku dibungkam

•Mei 14, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku dibungkam

Aku tak bisa gerak

Bukan karena apa?

Tapi aku tak punya ruang

 

“Dialektika”

Satu kata yang baru saja aku dengar

Aku bodoh tak paham apa itu dialektika

Mungkin itu kenapa hidup tak jalan dengan semestinya

 

Tak berlaku untuk manusia seperti aku

Hanya menagih hak

Itu juga alasan kenapa aku dibungkam

Persetan, aku harus LAWAN dunia

Seniman lebih cepat PULIH

•Mei 7, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ada kabar gembira bagi para seniman dan pecinta seni. Berjiwa seni ternyata tak hanya baik untuk kesejahteraan batin, tapi juga baik untuk kesehatan jasmani. Penelitian menemukan bahwa penderita stroke yang menikmati musik, lukisan dan teater lebih cepat pulih dibandingkan pasien yang tidak menikmati seni.

Peneliti dari University Tor Vergata School of Nursing di Roma memberi pertanyaan kepada 192 orang pasien stroke mengenai ketertarikan para pasien terhadap seni. Sebanyak 105 orang mengaku tertarik pada musik, lukisan dan teater. Sisanya sebanyak 87 mengaku tidak tertarik pada seni apapun. Para peneliti kemudian membandingkan kualitas hidup kedua kelompok pasien.

Secara keseluruhan, pecinta seni terlihat lebih banyak mengalami peningkatan kondisi kesehatan, baik fisik maupun mental. Pecinta seni punya lebih banyak energi, kesehatannya meningkat secara umum dan juga lebih lincah. Pecinta seni juga terlihat lebih bahagia, tidak cemas dan punya daya ingat serta kemampuan komunikasi yang lebih baik.

“Orang yang selamat dari stroke yang menganggap seni sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya lebih menghargai musik, lukisan dan teater. Mereka ini memperlihatkan pemulihan yang lebih baik daripada orang yang tidak tertarik dengan seni,” kata peneliti, Dr Ercole Vellone, asisten profesor ilmu keperawatan di University Tor Vergata seperti dilansir Time Healthland, Minggu (18/3/2012).

Penelitian ini menekankan pentingnya penghargaan terhadap seni seumur hidup sebab seni dapat membantu otak pulih dari cedera. Memperkenalkan seni kepada pasien dalam perawatan setelah stroke juga bisa membantu meningkatkan suasana hati pasien. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mendengarkan lagu kesukaan akan merangsang pengeluaran hormon dopamin di otak, sehingga memicu perasaan senang.

“Dopamin meningkatkan kualitas hidup setiap kali dikeluarkan di dalam otak. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah seni lainnya juga merangsang pengeluaran dopamin,” kata Vellone.

Temuan yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan bertajuk Spring Meeting on Cardiovascular di Kopenhagen, Denmark ini menyokong penelitian tahun 2008 dari Finlandia. Penelitian tersebut melaporkan bahwa pasien yang mendengarkan musik lebih mudah pulih dari stroke.

Penelitian tersebut mengamati 60 orang pasien stroke dan menemukan bahwa pasien yang mendengarkan musik beberapa jam sehari memiliki daya ingat yang lebih baik, lebih cepat pulih serta memiliki suasana hati yang lebih positif dibandingkan pasien yang tidak mendengarkan musik.

“Musik bertindak seperti super vitamin bagi otak. Hasil penelitian dari Finlandia menunjukkan bahwa perbaikan suasana hati penting bagi pemulihan pasien. Setelah stroke, kemungkinan depresi lebih tinggi karena terjadi perubahan kimia di otak sehingga menghambat keterampilan motorik. Kita perlu menemukan hal-hal yang dapat meningkatkan suasana hati agar pasien lebih termotivasi menjalani terapi,” kata Dr Wendy Magee, profesor terapi musik di Boyer College of Music and Dance di Temple University di Philadelphia.|Sumber: detik